20 Lembaga Penerima Zakat yang ‘Diakui’ Ditjen Pajak

Jumat, 16/12/2011 10:42 WIB
Ini Dia 20 Lembaga Penerima Zakat yang ‘Diakui’ Ditjen Pajak 
Ramdhania El Hida – detikFinance
Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan 20 Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib. Nantinya, zakat atau sumbangan keagamaan ini dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

“Hal tersebut diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-33/PJ/2011 yang berlaku sejak tanggal 11 November 2011,” ujar Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Dedi Rudaedi dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Jumat (16/12/2011)
Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional, 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ), 3 Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shaaqah (LAZIS) dan 1 Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia.
Ke-20 Badan/Lembaga penerima zakat atau sumbangan itu adalah sebagai berikut:

Jumat, 16/12/2011 10:42 WIB
20 Lembaga Penerima Zakat yang ‘Diakui’ Ditjen Pajak 

  1. Badan Amil Zakat Nasional
  2. LAZ Dompet Dhuafa Republika (BMA sebagai MPZ Dompet Dhuafa)
  3. LAZ Yayasan Amanah Takaful
  4. LAZ Pos Keadilan Peduli Umat
  5. LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat
  6. LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah
  7. LAZ Baitul Maal Hidayatullah
  8. LAZ Persatuan Islam
  9. LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia
  10. LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat
  11. LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
  12. LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia
  13. LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil
  14. LAZ Baituzzakah Pertamina
  15. LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT)
  16. LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia
  17. LAZIS Muhammadiyah
  18. LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU)
  19. LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)
  20. Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)

 

 

 


Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 tentang Zakat dan Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

Sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 telah diatur bahwa Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi, zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/ atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

Selain itu, sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

“Dengan penetapan Badan/Lembaga penerima Zakat atau Sumbangan Keagamaan ini, Direktorat Jenderal Pajak berharap Wajib Pajak dapat dengan mudah menjalankan kewajiban perpajakannya,” pungkas Dedi.

(nia/qom)

 

 

Jumat, 19/08/2011 11:18 WIB
Zakat Jadi Pengurang Pajak, RI Tiru Siasat Malaysia
Ramdhania El Hida – detikFinance
Jakarta – Sumbangan berupa zakat bisa menjadi pengurang pendapatan kena pajak asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Indonesia bisa meniru Malaysia lewat kebijakan ini yang ternyata bisa mendongkrak penerimaan pajak. Kenapa?

Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Didin Hafidhuddin menyebutkan terdapat 2 manfaat zakat bagi perekonomian negara. Pertama, melalui koordinasi yang baik antara otoritas zakat dengan otoritas pajak, maka identifikasi wajib zakat (muzakki) dan wajib pajak akan semakin luas, sehingga diharapkan pendapatan pajak dan zakat akan semakin meningkat.

“Hal ini secara empirik telah dibuktikan oleh Malaysia, di mana pendapatan zakat dan pajak justru semakin meningkat pasca pemberlakuan kebijakan zakat sebagai kredit pajak. Tidak ada trade off antara penerimaan pajak dengan zakat,” ujarnya dalam acara Diskusi Perpajakan, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Sementara manfaat kedua, lanjut Didin, keberadaan zakat akan sangat membantu meringankan beban APBN dalam pengentasan kemiskinan.

“Instrumen zakat ini diyakini akan menjadi alat redistribusi ekonomi yang efektif, di mana ia menjamin aliran kekayaan dari kelompok kaya kepada kelompok miskin, sehingga economic growth with equity yang selama ini didengung-dengungkan akan dapat terealisasi dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Secara empirik, Didin menyatakan berdasarkan catatan dan analisis BAZNAS, jumlah mustahik yang mendapat bantuan zakat di 2010 mencapai angka 2,8 juta jiwa. Jika dipersentasekan, angka tersebut sama dengan 9,03% dari keseluruhan penduduk miskin di tanah air.

Dalam berbagai riset, Didin menyatakan terbuktu bahwa dana zakat yang dikelola Badan dan Lembaga Amil Zakat mampu mengurangi jumlah kemiskinan mustahik, tingkat kedalaman kemiskinan mustahik, dan tingkat keparahan kemiskinan mustahik.

Sebagai contoh, di wilayah Jabodetabek, jumlah rumah tangga mustahik yang dapat dibebaskan dari kemiskinan mencapai angka 10,79% di 2010. Adapun di Kabupaten Garut, angka ini mencapai 21,4% lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 18,6% maupun kota Bogor sebesar 8,77%.

“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat melalui institusi amil yang amanah dan terpercaya, memiliki dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Di tahun ini, Didin menyatakan Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) memprediksikan jumlah rumah tangga mustahik yang dapat dientaskan dari garis kemiskinan mencapai angka 13,88%.

“Pada akhirnya kita berharap masalah sinergi antara zakat dengan pajak ini, dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

(nia/dnl)

 

 

Tentang https://baitulmaalassalam.wordpress.com

Baitul Maal AsSalam (BMA) | Lembaga ZAKAT | Zakat FITRAH | Zakat MAAL | Zakat PROFESI | Zakat Perdagangan | Zakat Pertanian | AMIL Zakat | Zakat perhiasan | INFAQ | Shodaqoh | WAKAF | Hibah | Sedekah | Shodaqoh Jariyah | Infaq ONLINE | Wakaf TUNAI | Wakaf Produktif |Corporate Social Responsibility (CSR)| Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dompet Dhuafa (DD)| Lembaga zakat, mengajak disiplin berinfaq, shodaqoh, zakat, minimal 2,5% dari setiap rizki. Untuk menyempurnakan taqwa..mewujudkan lembaga ZAKAT yang amanah dan profesional menuju kemandirian bangsa. hubungi pak MAKIN, 0852-3496-4872 / 0341-8106395 / 0341-8140141. KANTOR BMA / KANINDO SYARIAH JATIM, da.JL.RAYA SENGKALING 293 DAU MALANG JATIM. http://baitulmaalssalam.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s